Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sampah

Wahangan Dulu dan Sekarang

Gambar
Wahangan adalah sungai kecil dan lebih besar dari susukan (seperti got samping rumah)... Kemarin saya ngga ada kerjaan dan bosan di rumah. Iseng-iseng jalan ke sawah terus turun ke wahangan. Duduk-duduk di atas batu, semilir angin, suara gerak arus air...  peacefull  rasanya. Namun sedih sekali melihat sekeliling yang dipenuhi sampah. Mau main air tapi sampah nyempil dimana-mana, airnya walaupun jernih tapi efeknya membuat gatal-gatal. Ketika saya masih seumuran anak SD/SMP sekitar 20 tahunan yang lalu kondisi wahangan masih bersih, sedikit sampah dan bisa mandi atau cuma main air. Airnya jernih dan bersih serta tidak membuat gatal. Kemudian ketika kuliah, saya mengajak teman kampus berlibur di kampung saya. Kami main ke wahangan dengan kondisi wahangan yang belum terlalu banyak sampah namun setelah main air, badan menjadi gatal-gatal. ...main air di wahangan sekitar 15 tahun yang lalu Kemarin ketika ke wahangan lagi melihat kondisi disekitarnya dipenuh...

Membuang Sampah...Membongkar Kenangan dan Berterima Kasih

Gambar
Welcome back.... Setelah beberapa minggu karena satu dan lainnya akhirnya kembali disini lagi 🙂 Kali ini saya mau cerita soal kegiatan "bersih-bersih". Sebenarnya barang di rumah (nene) saya tidak banyak tapi karena mau ditambahkan sova dan meja serta atribut lainnya maka secara teori minimalis (saya yang sotoy) maka harus ada barang-barang yang dikeluarkan. Selain itu saya terinspirasi dari salah satu film Thai Happy Old Year  yang tiba-tiba reviewnya muncul di beranda youtube. Film ini menceritakan seseorang yang ingin menerapkan prinsip minimalis dalam hidupnya. Bagaimana dia harus berjuang mengubah rumahnya yang seperti kapal pecah menjadi sebuah kantor dengan konsep minimalis. Membuang hampir 90% semua barang-barangnya, saudaranya dan ibunya. Sudah pasti ada konflik dan pergulatan. Saat memilah dan memilih barang, dia menemukan barang lama penuh kenangan, kenangan mantan apalagi (geli..sebel..gimana gituh 😁). Pokonya filmnya sangat menginspirasi dan penuh ...

Sampah di Kampung (TPA Sungai?)

Gambar
Selama saya tinggal di kampung sekitar 4 tahun kebelakang, satu hal yang sangat disayangkan dan selalu menjadi 'kegalauan hati' yaitu masalah sampah. Saya menikmati tinggal di kampung. Udaranya bersih dan sejuk, biaya hidup murah, ga banyak godaan buat ngabisin duit, dekat dengan keluarga, pokonya  enjoy the life--slowly and happy.  Namun masalah  sampah itu selalu kepikiran tiap hari. Sedih rasanya sampah-sampah di hampir semua kampung di daerah Sukaresmi ini tempat pembuangan akhirnya (TPA) tiada lain dan tiada bukan di sungai atau kalo orang Sunda bilang wahangan.  Bisa dibayangkan dongg masalah besar yang akan terjadi! Banjir di daerah hilir,  mencemari laut, merusak habitat berbagai satwa laut, dll. Desa di kampung halaman saya ini merupakan daerah hulu. Apa jadinya daearah hilir kalo dari hulunya saja sudah dikirimi berbagai jenis sampah. Sampah-sampah ekstrim yang pernah saya lihat di wahangan diantaranya; kasur, tikar/karpet, alat elektronik, ba...