Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

When She Says "no" To Everything

Anak gadis semata wayang yang sebentar lagi akan remaja sudah mulai menunjukan "taring"nya. Salah satu ciri nyata yang terjadi adalah hobi barunya mengatakan tidak pada semua perkataan "emaknya". Percakapan tadi sore contohnya; Emaa : ayo ganti baju sekolah Afzel : ngga...nanti aja Emaa : mau berapa lama lagi Afzel : ntarr aja Emaa : ........😬 Beberapa jam kemudian (dengan masih menggunakan seragam). Emaa : mau mandi jam berapa? Afzel : ngga mau Emaa : kalo ngga mandi ngga usah tidur bareng di kamar yee Afzel : oke...oke...mandi jam 5 sore...ehh 5 lebih 20 menit Emaa : okee (sudah jam setengah enam sore) Emaa : kapan mau mandi Afzel : bentar lagi nunggu iklan (lagi nonton upin ipin) Emaa : ..... (masuk kamar...tutup gorden) Afzel : (lima menit kemudian masuk kamar) Emaa : kenapa sih kalo diingatkan atau dimintai tolong sering bilang "ngga" atau "ntar" aja Afzel : ngga tau Emaa : terus maunya bagaimana? diingetin terus atau amyh diem aja ngga usa...

Movie Review : Oei, Ik Groei ! (The Wonder Weeks)

Gambar
Akhirnya saya nonton film produksi netflix yang unik lagi. Pertama, film ini berbahasa Belanda dan Inggris. Kedua, cerita utamanya menarik penuh drama dan komedi. Kemudian film ini memberikan banyak informasi mengenai perbedaan budaya diantaranya budaya barat, budaya muslim, budaya LGBT, dll. Langsung saja cek info lebih lanjut disini:  https://www.netflix.com/id/title/81319110?preventIntent=true  dan  https://m.imdb.com/title/tt22506746/ Pemain : Hiske Bongaarts, Frederik Brom, Yolanthe Cabau, Sarah Chronis, Sallie Harmsen, Soy Kroon, Iliass Ojja, Katja Schuurman, dll. Director :  Appie Boudellah, Aram Van de Rest Penulis :  Appie Boudellah, Mustafa Boudellah, Maikel Nijnuis Genre :  Drama, Comedy Tanggal Rilis :  9 Juni 2023 Negara : Belanda Bahasa : Belanda, Inggris Durasi : 110 menit Plot : Film ini menceritakan tentang sekelompok ibu-ibu muda yang terhabung dalam klub mama to mama . Anne adalah anggota baru yang bergabung dengan klub. Dia bergelut...

Anak (super) Aktif

Gambar
Dunia anak-anak... Dunia penuh drama, keceriaan, kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, keingintahuan, ketakutan, kesabaran, dan ke..ke..ke..banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Komplit sekali dunia anak-anak ini. Proses belajar tiada henti untuk anak maupun orangtua, semakin hari semakin banyak tantangan. Kesabaran yang tiada habis harus disediakan orangtua untuk menghadapi ajaibnya pola tingkah anak-anak. Orangtua harus siap dengan situasi apapun yang bisa terjadi. Anak sakit, anak merengek, marah, senang, rewel, tantrum, anteng, bawel, dll orangtua harus siap menghadapinya. Dinamika hubungan orangtua dan anak harus dihadapi dengan tenang dan minim emosi. Kalo lagi panas dihadapi dengan panas juga... waalaikum salam dehh yang ada malah esmosi jiwa dan raga, anaknya nangis ehh orangtua (biasanya ibunya) ikutan nangis pula saking uda give up nya ngadepin tingkah polah sang anak. Ketika sang anak sudah berusia lebih besar dan mulai bersosialisasi dengan anak yang...

Kesehatan Mental

Gambar
Morning semuaaaaa.... Alhamdulillah pagi ini cerah ceria, bisa berjemur (anjuran untuk meningkatkan imun), jemur cucian, jemur bantal guling, etc...etc... Masih dalam rangka social distancing  dan #dirumahaja, masih pada semangat kannn...harus dong...biar sehat lahir batin. Yesss sehat lahir batin, jiwa raga, fisik dan mental. Kalo setiap ketemu sama sodara ato teman suka cipika cipiki terus nanya basa basi "apa kabar" terus dijawab "baik" ato "sehat" tapi sering loh dalem hatinya lagi amburadul, sakit hati, punya problem, dll yang ga keliatan secara fisik. Istilah anak jaman sekarang mah sakit mental ato mental illness. Sakit mental? Serem amat yaa kesannya. Kalo orang-orang seperti saya dan generasi yang seumuran istilah mental illness ini masih baru karena jaman dulu ga ada tuh banyak disebut-sebut. Mungkin istilah itu ada cuma dikalangan tertentu aja misal di dunia medis. Kalo sekarang banyak banget orang-orang rame ngomongin mental illn...

Drama Rempong Dunia Anak-Anak

Gambar
Berhubung besok libur sekolah, Afzel (biasanya) kadang-kadang menginap di rumah Nene nya sendirian (tanpa emaknya). Berhubung di rumah Nene keluarga besar, masih ada bibi dan uwa nya beserta ponakan-ponakan maka bisa dibayangkan dongg kacaunya kondisi rumah! Mainan berserakan, teriakan, tangisan, lari-lari, maen bola, cem macem dehh. Sepupu Afzel ada 4 orang cowo dengan umur 10, 6, 5 (Afzel), 3 tahun dan bayi (sebulan). Contoh drama Rempong di dunia per bocah an tadi sore; Afzel (5 tahun) dapet biskuit yang sama persis sepupunya Naf (3 tahun) dari uwa unie. Biskuit itu ada tulisannya berhadiah tapi ehh tapi setelah dibuka punya Afzel ga ada hadiahnya. Otomatis manyun dongg terus nangis, saya bilang kalo mau hadiahnya minta sama mama Naf baik-baik . Akhirnya tuhh hadiah dikasih tapi....abis dipegang Afzel ehh Naf nangis, dibalikin lagi dehh tuh hadiah. Afzel nangis lagi. Beberapa saat kemudian Naf nyamperin Afzel dan ngasih hadiah yang tadi lagi. Eehhh...abis dikasih Afzel sekarang...

Assessment Aspek Psikologi Anak

Beberapa hari yang lalu di sekolah Afzel diadakan sosialisasi mengenai pentingnya kondisi psikologi anak terhadap metode parenting yang akan diterapkan. Beberapa hal yang disampaikan dari sosialisasi tersebut diantaranya yaitu terdapat 3 metode parenting yang terdiri dari : 1. Tipe Keras Orangtua terlalu menekan, terdapat ancaman verbal (ancaman, bentakan, teriakan, membandingkan, hinaan, dll) dan fisik (cubitan, pukulan, dll). Efek dari metode keras terhadap anak menjadi negatif. Anak cenderung susah diajari, rendah diri, berbohong, membangkang, tidak mau berinteraksi dengan sekitarnya. 2. Tipe Lembek Orangtua terlalu menurut, semua keinginan anak dikabulkan. Anak diperlakukan seperti raja/ratu. Selalu dibela dan disokong baik di dalam rumah maupun ketika bermain di luar rumah. Efek dari metode lembek terhadap anak menjadi negatif. Anak cenderung manja, tidak mau berusaha sendiri, tidak mandiri, selalu mengadu, tidak punya kepercayaan diri. 3. Tipe Demokratis Ora...

Girls Talk #1

Anak perempuan saya usianya sudah 5 tahun. Dia sudah mulai masuk sekolah TK tahun ini dan perkembangan 'kekritisannya' membuat saya sering mengelus dada. Kalau sebelumnya dia bisa 'diarahkan' dengan mulus sekarang selalu 'ngeles' dengan berbagai alasan. Misalnya kalau diajak makan atau mandi, prosesnya panjang dan lama kaya iklan coki-coki. Harus berdebat dulu ngulur- ngulur waktu, awalnya masih pake bujukan terus teriakan, ujungnya pake dikit ancaman (jangan ditiru yaa). Kebanyakan berhasil dirayu kalo pake sogokan...drama banget dehh. Contoh percakapan yang terjadi kala malam hari sebelum tidur; A : mau tidur berdoa dulu yaa B : berdoa bismika allahumma....   A : sebelum tidur ngafalin doa-doa yuu B : (mulai akting tidur) A : mau ngafalin ga? B : ngafalinnya dalam hati aja A : ........ (hela nafas panjang) Begitulah kira-kira gambaran kejadiannya. Kadang pengen ketawa, kesel, gondok , ada-ada aja dehh kelakuan sama omongannya. Bikin gelen...