Review Film: Pangku by Reza Rahardian

Selamat pagiiiiiiii,

Akhirnyaaaa setelah sekian purnama berlalu, jari ini menemukan kembali keinginannya untuk menulis review film lagi. 

Sudah puluhan film yang ditonton dan dinikmati (selama jeda) pada akhirnya film ini mampu mengerakan keinginan hati dan pikiran ini untuk memaksakan diri mengulas film lagi. Karena apa? alasannya yaa karena film ini layak direview 🙂

Film ini membuat saya merasakan emosi yang lama sudah tidak muncul kembali satu per satu. Salah satunya yaitu perasaan rindu dengan ibu 😌

Film karya Reza Rahardian ini menurut saya kaya akan emosi. Merasakan perubahan dari seorang aktor legend Indonesia menjadi seorang sutradara baru, dan hasilnya ternyata sangat bagus dan memuaskan tentunya.

Kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat di daerah tertentu (dalam film ini daerah Pantura) dimana budaya jajan kopi sambil dipangku-pangku menjadi hal utama yang dipaparkan dalam film ini. Reza berhasil memotret kondisi masyarakat tersebut dan mentransformasikannya ke dalam sebuah film dengan sangat real seperti dokumenter.

Saya mendapatkan banyak pesan membekas dari film ini. Salah satunya adalah selalu bersyukur. Kondisi jiwa dan raga pemeran utama perempuannya sangatlah berat, berbagai persoalan hidup yang dialaminya tidak bisa terbayangkan jika itu terjadi pada saya. Saya menjadi lebih bersyukur dengan apa yang saya alami dan miliki saat ini.

Kejutan di akhir film yang tidak dapat ditebak memberikan nilai tambah dalam film ini. Akhir yang bahagia atau sedih kah? entahlah...silahkan kalian sendiri yang menentukan. Reza memberikan jawaban terbuka untuk ending film ini.

Terakhir yang ingin saya sampaikan untuk semua ibu diluar sana (saya juga tentunya), tetap berjuang hingga tetes penghabisan tapi jangan lupa untuk menyenangkan diri sendiri sesekali agar tidak ada penyesalan di kemudian hari 😀

sumber google.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Review: Ustad Hotel

Question Of Life